Jumat, 18 Desember 2015

Berkah

Berkah, seringkali kita mendengarnya. Kata tersebut diungkapkan tidak selamanya baik. Boleh jadi untuk keuntungan perorangan, atau meredam emosi seseorang. Seorang peminpin sebuah lembaga yang menggaji karyawan dengan sangat kecil selalu berkata di depan anak buahnya, "gaji itu bukan bersarnya yang penting berkahnya" hal ini diungkapkan boleh jadi meredakan emosi anak buahnya agar tidak menuntut gaji gede. Banyak lagi hal-hal yang sering dikaitkan dengan berkah. Namun semunya hampir dijadikan tameng untuk pembelaan diri. Dengan demikian makna berkah yang sesungguhnya hilang. Di bawah ini akan saya jelaskan makna berkah yang sesungguhnya. Walaupun tidak detil semoga dapat mudah difahami. 

Rizki yang berkah adalah rizki yang dapat menggiring seseorang untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Baik berjumlah besar maupun sedikit. Seseorang yang memiliki harta yang banyak, dan dengan hartanya dapat banyak menolong orang. Harta yang demikian dapat dikatakan harta yang berkah. Sebaliknya harta yang sedikit atau banyak, tetapi semakin menjauhkan diri kepada Allah, harta yang demikian bukan harta yang berkah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar