Semakin hari, semakin berkurangnya minat orang belajar agama terutama dari teks aslinya. Lahirnya lembaga-lembaga pendidikan Islam di sekitar Parungpanjang lebih mengedepankan pada menghafal
al-Qur’an dan hadis. Sementara ilmu-ilmu untuk memahami isi
al-Qur’an dan hadis terabaikan. Hal ini sangat ironis, akan menggiring umat Islam dalam memahami Islam secara tekstual. Pemahaman Islam secara tekstual akan menyuburkan radikalisme dalam Islam. Ini tentu tidak sesuai dengan misi Islam sebagai rahmatan lilalamin.
Islam terasa lentur jika dipelajari dari teks-teks aslinya, baik secara tekstual mapuan kontektual. Sehingga misi Islam mudah untuk diwujudkan. Untuk membantu hal tersebut diperlukan memahami keilmuan-keilmuan Islam. Untuk itu memahami Nahwu, Sharaf, Ushul Fiqh, Mantik, Badi, Bayan, dan Balaghah sebagai bagian dari keilmuan Islam menjadi pendukung dalam memahami Islam yang sebenarnya.
Pondok Pesantren SAWWADAH selain belajar Islam seperti pada umumnya pondok pesantren, tetapi Pondok Pesantren ini akan menitik beratkan pada keilmuan-kelmuan Islam tersebut di atas. Sehingga lahirnya SAWWADAH
diharapkan dapat membawa umat Islam memahami Islam secara tekstual dan kontekstual. Dengan demikian Islam dapat tumbuh dan berkembang kapan dan di manapun. Baik dilingkungan non muslim, lebih-lebih di lingkungan yang mayoritasnya muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar