Selasa, 11 Agustus 2015

Latar Belakang Berdirinya Sawwadah

     Semakin hari, semakin berkurangnya minat orang belajar agama terutama dari teks aslinya. Lahirnya  lembaga-lembaga pendidikan Islam di sekitar Parungpanjang lebih mengedepankan pada menghafal al-Qur’an dan hadis. Sementara  ilmu-ilmu untuk memahami isi al-Qur’an dan hadis terabaikan. Hal ini sangat ironis, akan menggiring umat Islam dalam memahami Islam secara tekstual. Pemahaman Islam secara tekstual  akan menyuburkan radikalisme dalam Islam. Ini tentu tidak sesuai dengan misi Islam  sebagai rahmatan lilalamin.

   Islam terasa lentur jika dipelajari dari teks-teks aslinya, baik secara tekstual mapuan kontektual. Sehingga misi Islam mudah untuk diwujudkan. Untuk membantu hal tersebut diperlukan memahami keilmuan-keilmuan Islam. Untuk itu memahami Nahwu, Sharaf, Ushul Fiqh, Mantik, Badi, Bayan, dan Balaghah sebagai bagian dari keilmuan Islam menjadi pendukung dalam memahami Islam yang sebenarnya. 

     Pondok Pesantren SAWWADAH selain belajar Islam seperti pada umumnya pondok pesantren, tetapi Pondok Pesantren ini akan menitik beratkan pada keilmuan-kelmuan Islam tersebut di atas. Sehingga lahirnya SAWWADAH diharapkan dapat membawa umat Islam memahami Islam secara tekstual dan kontekstualDengan demikian Islam dapat tumbuh dan berkembang kapan  dan di manapun. Baik dilingkungan  non muslim, lebih-lebih di lingkungan yang mayoritasnya muslim.




     


Tidak ada komentar:

Posting Komentar